background warna

Selasa, 24 Agustus 2021

PENGERTIAN VLAN - TUTORIAL CISCO PACKET TRACER

Agustus 24, 2021 0 Comments
PENGERTIAN VLAN - TUTORIAL CISCO PACKET TRACER

Pengertian VLAN - Kelanjutan dari artikel saya tentang Tutorial Cisco Packet Tracer Lengkap Berbahasa Indonesia disini memasuki materi tentang VLAN. Pasti temen-temen sudah tahu apa itu kepanjangan dari VLAN. Setelah kita mempelajari LAN, nah kelanjutannya adalah VLAN atau Virtual LAN. Ilustrasi dan simulasi VLAN sendiri akan saya bahas terpisah pada artikel-artikel saya selanjutnya. 

Membuat Simulasi Jaringan VLAN - VLAN sendiri memilik arti : merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini...

Gambar 1 : Contoh Jaringan VLAN pada sebuah Perusahaan dengan Gedung bertingkat
 
Intinya guys, virtual LAN itu dapat kita aplikasikan pada sebuah SWITCH yang kita miliki, misalkan SWITCH dengan 24 port, akan kita bagi jadi 3 segmen sehingga masing-masing segmen memiliki 8 port, dan setiap segmen atau bagian hanya bisa digunakan untuk mengakses 1 server pada gambar diatas padahal mereka masih dalam 1 switch atau 1 lan. 

Ilustrasinya :

Gambar 2 : Pembagian Port pada SWITCH... 

Nah, dengan banyaknya komputer yang ada di perusahaan, dengan menggunakan 1 switch ini akan kita buat VLAN, fungsi dari VLAN disini adalah efisien kabel dan switch. Hal ini bisa saja kita ganti dengan menggunakan banyak kabel dan banyak switch namun tidak efesien. Banyaknya Komputer yang ada di sebuah perusahaanvsudah dibagi-bagi menjadi fungsinya masing-masing misal pada kasus ini komputer network yang ada di perusahaan tersebut akan kita bagi menjadi 3, yaitu : (1)Keuangan (2)Akademik (3)Instruktur. Contoh ilustrasi VLAN

TUTORIAL CISCO – 1 ROUTER 4 KOMPUTER

Agustus 24, 2021 0 Comments

Tutorial Cisco – 1 Router 4 Komputer

Tutorial Cisco Packet Tracer – 1 Router 4 Komputer - Sebelum belajar tutorial cisco packet tracer dengan studi kasus ini, kita harus perhatikan bahwa 1 komputer itu memiliki 1 Interface (LAN Card) kalo di cisco gitu, gak bisa dikasih 2 LAN, padahal kalo kenyataannya di computer kita sendiri bisa kan, nah, kalo di CISCO ini gak bisa guys….Tapi kalo di ROUTER, defaultnya emang ada 2 interface, kita sering bilang “fa 0/0 dan fa 0/1”, nah, gimana kalo kita ingin menghubungkan 4 komputer sekaligus, weleh2…jadi harus nambah interface kan di Routernya, yups…routernya bisa koq ditambahkan langsung interface, sebelumnya kita harus pelajari ne cara mematikan router dan menambahkan interfacenya, cob abaca artikel ini dulu biar sedikit nyambung… 

Oke, sekarang kita coba langsung, ambilkan saya router biasa seperti ini

Gambar 1 : Router biasa dengan 2 Interface
 
Ne Router 1841 hanya punya 2 Interface dengan keterangan : Interface fa 0/0 Interface fa 1/0 Berarti kita harus nambah kan, nah, langsung aja dah taruh dulu routernya di screen seperti ini…

Gambar 2 : Router masih dengan 2 Interface 

  • Sekarang kita klik 2x routernya… 
  • Akan tampil pilihan seperti ini…
Gambar 3 : Pilihan-pilihan Router 
  • (1) Awalnya kita harus mematikan router terlebih dahulu 
  • (2) Pilih pada Modules – WIC-1ENET 
  • (3) Drag Interface pada point (3) ke point (4) dan point (3) ke point 
  • (4) Jika sudah, perhatikan gambar dibawah ini


Gambar 4 : Router sudah terpasang dengan interface baru 

  • Jika sudah, hidupkan lagi routernya, sekarang router telah memilik 4 interface (2 dari defaultnya dan 2 dari yang baru kita pasang). Keterangannya 
  • Interface fa 0/0 
  • Interface fa 0/1 
  • Interface fa 0/0/0 
  • Interface fa 0/1/0 
  • Sekarang kita akan mengatur ip addressnya, perhatikan ilustrasi dibawah ini… 
  • 4 Komputer akan dipasangkan berurutan dari interface fa 0/0 sampai interface fa 0/1/0
Gambar 5 : Ilustrasi Jaringan 

Sekarang aturlah ip address masing-masing computer dengan ketentuan sebagai berikut
Gambar 6 : Aturlah PC01 seperti keterangan diatas

Gambar 7 : Aturlah PC02 seperti keterangan diatas
Gambar 8 : Aturlah PC03 seperti keterangan diatas
Gambar 9 : Aturlah PC04 seperti keterangan diatas

Jika semua PC sudah diatur IP ADRESS, SUBNET MASK dan GATEWAYnya, sekarang kita akan atur ROUTERnya dengan menggunakan cara cepat saja ya, tidak lagi lewat CLI… 

Perhatikan langkah-langkah berikut : 

Klik 2x pada router cool

Gambar 10 : Aturlah fa 0/0 seperti tampilan diatas 

  • Langkah (1) klik pada tab Config 
  • Pilih FashEthernet 0/0 pada pilihan (2) 
  • Atur ip address sesuai dengan gateway pada PC01 (3) 
  • Klik tanda cawang pada pilihan Port Status untuk Meng On kan (4) 
  • Lakukan hal yang sama untuk port interface fa 0/1 seperti gambar dibawah ini
Gambar 11 : fa 0/1
Gambar 12 : fa 0/0/0
Gambar 13 : fa 0/1/0 

Jika semuanya sudah diatur sedemikian rupa, hasil akhirnya adalah seperti ini…

Gambar 14 : Sekarang cobalah ping dari PC01 ke PC02, PC03 dan PC04, lihatlah hasilnya… 

Semoga bermanfaat…

Pengenalan Jendela Cisco Paket Tracer

Agustus 24, 2021 0 Comments
Belajar Cisco Packet Tracer - Cisco Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan, simulasi itu bohongan atau sketsa yang akan kita aplikasikan pada sebuah jaringan nyata, jadi sebelum membuat pada kenyataannya, kita harus bisa membuat sebuah konsep jaringan di software. Ada banyak software simulasi jairngan, tapi saya lebih familiar dengan belajar cisco packet tracer ini, karena waktu kuliah, pelajaran jaringan dosen saya mengajari kita belajar cisco pakcet tracer. Nah, guys, ini sudah pada tahap pengenalan dari Jendela Cisco Paket Tracer, yah lumayanlah bisa membantu, coz temen-temenku juga pada banyak yang belum bisa, termasuk aku juga sih…hehehehe… Oke Langsung aja download cisco, jendela-jendela yang ingin saya kenalkan disini adalah yang sering digunakan untuk membuat simulasi jaringan pada cisco. Buat yang ingin download Tutorial Cisco Packet Tracer dan Master Cisco Packet Tracer 6.1 atau 6.2 langsung klik tulisan tersebut ya soal lks cisco.

Gambar 1 : Tampilan Jendela Cisco Packet Tracer 5.3


Nah, Pengenalan jendela cisco packet tracer ini sangat sederhana kan, mulai dari titlebar, menubar, toolbar, lembar kerja. Intinya disini akan coba saya pilah-pilah device yang sering digunakan…perhatikan pada bagian Device/Peralatan/Hardware…  

a. Router


Gambar 2 : Ini Router, pada bagian Router bisa diklik aja,,,terus untuk pilihan-pilihannya yang bisa digunakan sebelah kanan, penggunaannya bisa klik tahan dan tarik ke lembar kerja…

Seperti yang telah kita ketahui, fungsi dari router adalah menghubungkan sebuah network yang berbeda atau ip class yang berbeda atau subnet dan gang yang berbeda karena jika kita menggunakan sebuah hub / switch biasa, maka device atau computer tidak akan bisa terhubung atau request time out.

b. Switch
Gambar 3 : ini Switch…bagian-bagian sudah mulai jelas kan guys… 

Fungsi Switch adalah untuk menghubungkan banyak komputer yang mempunyai port-port penyambungan. Ada yang 24,32 dibawahnya juga ada…kalo yang sering saya pakai dipraktek itu yang nomer 1 guys, 2950-24…intinya sama saja sih… 

c. Komputer

Gambar 4 : End Devices contohnya laptop, computer dan server… 

Nah guys, ini peralatan terakhir yang kita gunakan untuk menyambungkan sebuah jaringan komputer. Pada point (a) Komputer, (b) Laptop, (c) Server….nah, ketiga peralatan itu akan sering kita gunakan dalam praktek-praktek selanjutnya,,,so, dipahami dan dimengerti ya… 

d. Kabel
Gambar 5 : Connections / Kabel – (a) Kabel Otomatis, (b) Kabel Straight, (c) Kabel Crossover 

Lah, ini digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, misal komputer dengan komputer, komputer dengan switch dll…ohya, kabel diantara (a) dan (b) itu kabel rollover guys. Masalah penggunaannya, kapan kita menggunakan cross, dan kapan kita menggunakan straight…perhatikan keterangan dibawah ini… 
a. Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, missal : 
         a. PC – Hub 
         b. PC – Switch 
         c. Router – Hub 
         d. Router – Switch 
b. Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, missal : 
         a. Komputer – Komputer 
         b. Switch – Hub 
         c. Switch – Switch 
         d. Router – Router 
         e. Router – PC 
c. Untuk Router – PC juga bisa digunakan kabel rollover… 
d. Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan…

Sebagai bahan praktek, cobalah latihan soal cisco packet tracer dibawah ini dengan membuat sebuah simulasi jaringan sama persis seperti di bawah ini ya.

Gambar 6 : Buatlah design jaringan seperti berikut ini…

Kamis, 19 Agustus 2021

Membuat Jaringan Sederhana dengan Cisco Packet Tracer

Agustus 19, 2021 0 Comments

Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang sertifikasi cisco , nah bagi anda yang tertarik untuk mempelajari jaringan khususnya di perangkat cisco berikut adalah langkah langkah untuk membuat jaringan sederhana dengan cisco paket tracer . 

disini saya akan membuat sebuah jaringan computer yang terdiri dari :

  • 21 komputer
  • 3 switch
  • 1 server
Masing-masing switch terhubung dengan 7 komputer. Dan setiap komputer tersebut mempunyai IP address dengan level dan kelompok yang sama. Tampilan akhirnya akan seperti ini :


Langkah-langkah pembuatan jaringan diatas sebagai berikut:

1. Buatlah 3 switch.


Switch dapat ditemukan di toolbar bawah, pada bagian SWITCHES. Pilih tipe yang mana saja, tiap tipe mewakilkan tipe-tipe switch yang dikeluarkan oleh cisco.



2. Buatlah 7 komputer pada tiap-tiap switch, sehingga terdapat 21 komputer yang terhubung dengan 3 switch. Komputer dapat ditemukan pada toolbar END DEVICE.


Susunan dari tiap-tiap komputer tidak harus sama dengan gambar yang saya buat, yang terpenting tiap komputer terhubung dengan switch yang benar. Setelah 21 komputer sudah dibuat, kemudian hubungkan komputer-komputer tersebut ke switch. Karena yang terhubung adalah 2 perangkat yang berbeda maka pakailah kabel straight sebagai media transmisinya.



Ketika pertama kali komputer disambungkan dengan kabel ke switch, lingkaran hijau yang ada di switch akan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa hubungan tersebut masih diinisialisasi, jika media transmisi yang digunakan benar maka lama kelamaan indikator tersebut akan berubah warna menjadi lingkaran hijau tetapi jika salah maka akan berwarna merah.

3. Hubungkan tiap-tiap switch dengan switch yang berada di tengah, memakan kabel cross.
Mengapa media yang dipakai kabel cross? Karena fungsi dari cross adalah menghubungkan antara 2 device yang sama. Kabel cross dapat ditemukan di toolbar CONNECTIONS.


Sama seperti penjelasan diatas, tunggu sampai indikator berwarna hijau, menandakan hubungan antar perangkat tersebut sudah terhubung.

4. Buatlah 1 buah server yang terhubung dengan switch yang berada ditengah.

Server dapat ditemukan di toolbar END DEVICE. Hubungkan server dengan switch menggunakan kabel straight. Server disini bisa difungsikan sebagai storage data (data warehaouse) atau sentral prosesing (semua proses dilakukan oleh server).
Pengaturan fisik untuk jaringan sudah selesai sampai di sini. Semua perangkat sudah terhubung secara fisik. Untuk melakukan pengiriman data, masih diperlukan sebuah alamat yang unik pada setiap komputer yang terhubung. Hal ini dilakukan agar, data terkirim sesuai sasaran dan switch bisa menentukan ke alamat mana data tersebut dikirim.
Ada 2 tipe IP Address:

· IP static

· DHCP (IP dynamic)

Untuk sekarang kita akan mengkonfigurasi IP static. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Klik komputer yang ingin dikonfigurasi IP addressnya, kemudian akan muncul window baru,
2. Klik tab Desktop,
3. Akan muncul menu, pilih IP Configuration,
4. Isi bagian IP Static dengan 192.168.1.2 dan gateway biarkan secara default  255.255.255.0,
5. Untuk IP komputer kedua, isi dengan 192.168.1.3. Komputer ketiga isi dengan 192.168.1.4 dan seterusnya sampai komputer ke 21,

6. Ulangi langkah 1-5 sampai semua komputer mempunyai IP address yang berbeda.



Setelah semua komputer sudah dikonfigurasi IP Addressnya, sekarang waktunya untuk mencari tahu apakah jaringan sudah terbentuk sempurna atau belum, dengan cara menge-ping komputer yang berseberangan. Dengan cara,
1. Klik komputer yang ingin meng-ping komputer lain, kemudian akan muncul window baru,
2. Klik tab Desktop,
3. Masuk ke menu Command Prompt,
4. Dan ketikkan perintah,
Ping 192.168.1.19 IP Address komputer tujuan.
5. Ping sukses menandakan jalur komunikasi data antar 2 perangkat tersebut sudah terhubung dan siap digunakan.


Tampilan ping/message dari komputer- komputer yang terhubung dalam jaringan.
Gambar berikut diambil berdasarkan PC-0 yang menjadi transmitter dan semua komputer selain PC-0 sebagai receiver.



Jumat, 06 September 2019

Berikut adalah kumpulan kode tag HTML lengkap berserta penjelasan dan fungsinya:

September 06, 2019 0 Comments
nb: gunakan CTRL + F untuk mencari tag yang anda inginkan
Tag HTML Deskripsi Penjelasan dan Fungsi
<!--...--> Mendefinisikan komentar
<!DOCTYPE> Mendefinisikan jenis dokumen
<a> Mendefinisikan hyperlink
<abbr> Mendefinisikan sebuah singkatan atau akronim
<acronym> Tidak didukung di HTML5. Gunakan <abbr> gantinya.
Mendefinisikan akronim
<address> Mendefinisikan informasi kontak untuk penulis / pemilik dokumen
<applet> Tidak didukung di HTML5. Gunakan <embed> atau <object> gantinya.
Mendefinisikan sebuah applet tertanam
<area> Mendefinisikan sebuah area inside sebuah image-map
<article> Mendefinisikan sebuah artikel
<aside> Mendefinisikan konten selain dari konten halaman
<audio> Mendefinisikan konten suara
<b> Mendefinisikan teks tebal
<base> Menentukan basis URL / target untuk semua URL relatif dalam dokumen
<basefont> Tidak didukung di HTML5. Gunakan CSS sebagai gantinya.
Menentukan warna default, ukuran, dan font untuk semua teks dalam dokumen
<bdi> Isolat bagian dari teks yang mungkin diformat dalam arah yang berbeda dari teks lain di luar itu
<bdo> Mengganti arah teks saat ini
<big> Tidak didukung di HTML5. Gunakan CSS sebagai gantinya.
Mendefinisikan teks besar
<blockquote> Mendefinisikan bagian yang dikutip dari sumber lain
<body> Mendefinisikan tubuh dokumen
Situs Mendefinisikan satu baris tunggal
<br> Mendefinisikan satu baris tunggal
<button> Mendefinisikan sebuah tombol diklik
<canvas> Digunakan untuk menggambar grafik, dengan cepat, melalui scripting (biasanya JavaScript)
<caption> Mendefinisikan sebuah caption tabel
<center> Tidak didukung di HTML5. Gunakan CSS sebagai gantinya.
Mendefinisikan teks berpusat
<cite> Mendefinisikan judul karya
<code> Mendefinisikan sebuah bagian dari kode komputer
<col> Menentukan sifat kolom untuk setiap kolom dalam elemen <colgroup>
<colgroup> Menentukan kelompok dari satu atau lebih kolom dalam sebuah tabel untuk memformat
<datalist> Menentukan daftar pilihan yang telah ditentukan untuk kontrol input
<dd> Mendefinisikan deskripsi / nilai istilah dalam daftar deskripsi
<del> Mendefinisikan teks yang telah dihapus dari dokumen
<details> Mendefinisikan rincian tambahan bahwa pengguna dapat melihat atau menyembunyikan
<dfn> Merupakan contoh mendefinisikan istilah
<dialog> Mendefinisikan sebuah kotak dialog atau jendela
<dir> Tidak didukung di HTML5. Gunakan <ul> sebagai gantinya.
Mendefinisikan daftar direktori
<div> Mendefinisikan sebuah bagian dalam sebuah dokumen
<dl> Mendefinisikan daftar deskripsi
<dt> Mendefinisikan istilah / nama dalam daftar deskripsi
<em> Mendefinisikan menekankan teks
<embed> Mendefinisikan sebuah wadah untuk eksternal (non-HTML) aplikasi
<fieldset> Grup terkait unsur-unsur dalam bentuk
<figcaption> Mendefinisikan sebuah caption untuk elemen <figure>
<figure> Menentukan konten mandiri
<font> Tidak didukung di HTML5. Gunakan CSS sebagai gantinya.
Mendefinisikan font, warna, dan ukuran untuk teks
<footer> Mendefinisikan footer untuk dokumen atau bagian
<form> Mendefinisikan sebuah form HTML untuk input pengguna
<frame> Tidak didukung di HTML5.
Mendefinisikan sebuah jendela (frame) dalam sebuah frameset
<frameset> Tidak didukung di HTML5.
Mendefinisikan satu set frame
<h1> untuk <h6> Mendefinisikan judul HTML
<head> Mendefinisikan informasi tentang dokumen
<header> Mendefinisikan sebuah header untuk dokumen atau bagian
<hr> Mendefinisikan perubahan tematik dalam konten
<html> Mendefinisikan root dari suatu dokumen HTML
<i> Mendefinisikan Huruf miring  

Rabu, 01 November 2017

Cara Membuat Partisi Baru di Windows Tanpa Software

November 01, 2017 0 Comments

Cara Membuat Partisi Baru di Windows Tanpa Software

Apakah harddisk komputer kamu masih memiliki banyak ruang kosong? Jika iya, mungkin kamu pernah terpikirkan untuk membuat partisi baru pada komputermu. Membuat partisi baru akan sangat berguna jika kamu ingin menambahkan drive path baru untuk menyimpan file-file yang penting atau menginstall sistem operasi yang lainnya untuk dijadikan dual boot. Pada Windows Vista, 7, 8, hingga Windows 10 terdapat tool bawaan yang berfungsi untuk manajemen partisi harddisk yang bernama Disk Management. Dengan tool tersebut kita bisa membagi atau membuat partisi baru, memformat partisi, menghapus partisi dan bahkan kamu bisa menggabungkan partisi untuk menambahkan ruang kosong pada partisi tertentu.

Namun, ada beberapa orang masih bingung bagaimana caranya membuat partisi baru di komputer mereka. Bahkan ada juga yang beranggapan jika membuat partisi baru, maka file-file yang tersimpan akan turut hilang. Tetapi kamu tidak perlu khawatir akan hal tersebut, membuat partisi baru sama sekali tidak akan menghapus semua file yang tersimpan pada harddisk. Jadi, file-file kamu akan tetap aman tanpa berkurang sedikit pun. Nah, bagi kamu yang hingga saat ini masih bingung bagaimana caranya membuat partisi baru, berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama buka Start Menu. Lalu klik kanan pada Computer, pilih Manage.

Setelah jendela terbuka, pada sisi sebelah kiri, pilih Disk Management.
Maka pada sisi sebelah kanan akan tampil daftar semua partisi yang ada, silahkan pilih drive mana yang ingin kamu bagi untuk dijadikan partisi baru. (Pada tutorial ini, aku pilih drive D: yang ingin aku bagi). Kemudian klik kanan pada partisi yang kamu pilih, lalu pilih Shrink Volume….
Pada kotak dialog shrink, kamu bisa menentukan berapa kapasitas yang akan dibuat untuk partisi baru dari hasil pembagian drive yang kamu pilh tadi. (Pada tutorial ini, aku ingin membuat partisi baru dengan kapasitas 40000 MB). Jika sudah, klik tombol Shrink.
Setelah proses Shrink volume selesai, maka kamu akan melihat sebuah partisi baru dengan status Unallocated atau Free Space. Namun partisi dengan status tersebut masih belum bisa digunakan. Oleh karena itu, kamu harus memformatnya terlebih dahulu agar partisi tersebut bisa digunakan.
Caranya, klik kanan pada partisi tersebut, kemudian pilih New Simple Volume...
Klik Next untuk melanjutkan.
Pada bagian ini kamu akan diminta menentukan kapasitas yang akan digunakan pada partisi baru (sebaiknya gunakan semuanya). Jika sudah, lalu klik Next.
Pada bagian ini kamu akan diminta menentukan kapasitas yang akan digunakan pada partisi baru (sebaiknya gunakan semuanya). Jika sudah, lalu klik Next.
Kemudian Pilih Format this volume with the following settings, Pilih format file system NTFS, pada Alocation unit size pilih Default, pada Volume label isi dengan nama drive sesuai keinginanmu, serta beri centang pada Perform quick format. Jika sudah, lalu klik Next.
Dan klik Finish.
Selesai, sekarang kamu akan melihat sebuah partisi baru yang siap untuk digunakan.
Bagaimana? Mudah bukan? Dengan begitu kini kamu bisa membuat partisi sendiri tanpa harus pergi ke teknisi komputer hanya untuk membuat partisi baru, hehehe :D

 Terima Kasih Semoga Bermanfaat.. :)

Belajar CSS

November 01, 2017 0 Comments

PENGERTIAN CSS (Cascading Style Sheets)

CSS adalah salah satu bahasa pemrograman web yang mengatur komponen dalam suatu web supaya web lebih terstruktur rapi, dan indah. Jadi dalam suatu web tanpa CSS tidak akan bisa indah, dengan CSS kita dapat mengatur keindahan tampilan web kita semau kita sendiri. untuk itu perlu pembelajaran memahami CSS agar tampilan web anda dapat terlihat indah.

CARA PENULISAN CSS (Cascading Style Sheets)

Dalam penulisan CSS harus diperhatikan cara penulisannya, jika cara penulisan CSS salah, maka skrip CSS yang telah kita tulis tidak dapat dijalankan atau tidak sesuai dengan kita harapkan. Dalam penulisan CSS terdapat dua versi menurut gua yaitu :
  1. Penulisan CSS dengan versi pertama
Dalam penulisan versi ini yang mana skrip CSSnya dideviniskan di awal dan baru dipanggil pendevinisiannya saat diperlukan saja. Jadi pada intinya kode CSSnya ditulis dahulu baru nanti pada saat tertentu kita dapat memakainya saat diperlukan saja dengan funsi <div> atau fungsi lainnya seperti class dll. Bahkan dalam penulisan versi ini dapat dipanggil dari file lain, misal kita membuat file dengan ekstensi/formatnya .css lalu jika kita ingin memamakainya dapat dipanggil dengan menggunakan funsi link rell untuk penulisan skrip versi pertama dibuka dengan kode <style type="text/css"> lalu tulis nama pendiskripsian skripnya misal "body" degan mengawali tanda pagar (#) atau titik (.) di depan tulisannya sehingga menjadi #body setelah itu buka kurung dengan menggunakan kurung ini ini "{" lalu baru skrip cssnya kita masukan, dengan aturan menulis kode efek cssnya lalu "titik dua" lalu kita tuliskan satuan atau warna atau yang lain tergantung dari kode efeknya. dan setiap satu pemberian efek harus ditutup dengan "titik koma ( ; ) dan tuliskan skrip nama efeknya dan seterusnya sama. dan kalau pendeskrisiannya 2 kata jangan diberi spasi tapi di sambung dengan menggunakan tanda minus( - ) jika sudah selesai menulis kode efeknya tutup tanda kurungnya lalu tulis pendeskripsain kedua jika masih ada, tulis sesuai dengan aturannya. Berikut ini sekedar contoh dari penulisan :

2. Penulisan CSS dengan versi kedua
Kalau penulisan versi ini dalam setiap objeck yang mau diberi fungsi CSS kita harus menulis menyelipkannya dengan cara contoh menulis <div style=" "kode css anda ditaruh disini"> objeck yang mau diberi funsi dari CSS </div> Jadi pada intinya penulisannya kita menyelipkan objeknya diantara tag pembukan dan penutupnya. Untuk penulisan kodenya sama dengan penulisan versi pertama. Contoh :
<div style="background: #990099;">< objeck anda disini</div>

CIRI-CIRI skrip CSS (Cascading Style Sheets)

Untuk mengetahui skip CSS dalam kumpulan skrip, dan membedakan yang mana yang merupakan skrip CSS dan yang mana yang bukan. perlu diketahui ciri-ciri skrip CSS. Berikut ini adalah ciri-ciri skrip CSS :

Dalam penulisan CSS versi pertama itu cara penulisan skripnya dibuka dengan skrip &<style> , kalau penulisan versi kedua pasti dalam skrip terdapat kata "style" itu menunjukan bahwa skrip tersebut terdapat cssnya. misal seperti :

<p style="text-indent:50px;">
<SPAN style="BACKGROUND-COLOR: #FFFF00">
<textarea style=" border: 5px dashed red ;"
Dalam penulisan kode yang dua kata tidak di spasi tapi disambung dengan tanda (-) misal seperti kata margin-top, margin-left, font-size dll.

CONTOH CSS (Cascading Style Sheets)

Berikut ini adalah contoh kumpulan skrip CSS : 


Terima Kasih Semoga Bermanfaat.. :)

Terima Kasih Sudah Berkunjung ke Blog RPL